Langsung ke konten utama

Semua Orang Pernah Gagal

Semua Orang Pernah Gagal

Oleh : @daisylea__


Pernah  gak sih teman-teman merasa putus asa dalam menghadapi suatu masalah. Rasa lelah, hilang arah, bahkan ingin menyerah seakan menumpuk menjadi satu. Seolah ingin melepaskan  rasa penat yang membebani perjuangan ini. Semua rasa itu seakan-akan mengikis semangat kita.  Bahkan terkadang membuat kita kufur kepada Allah SWT. Tidak menutup kemungkinan, seorang manusia memiliki kekurangan dalam menyikapi sebuah rasa. 


Coba deh, temen-temen merenung, menepi dikeheningan malam. Tenangin dulu pikiranmu. Semua yang teman-teman lakukan adalah bagian dari proses dalam menghadapi hidup. Bisa jadi kegagalan ini adalah ujian keimanan kita. Bisa jadi pula, memang Allah punya rejeki yang terbaik untuk kita. Selagi masih ada kesempatan, ayo tetep semangat. 


Namun ada hal yang perlu diingat bahwa temen-temen masih punya tanggung jawab, punya kewajiban yang harus diselesaikan. Orang tuamu, orang-orang yang kamu sayangi, bahkan orang yang diam-diam mendoakanmu. Mereka menginginkan kebahagian untuk kita. Akankah kamu  menginginkan mereka kecewa dengan pilihanmu? Pasti tidakkan :)

 

Temen-temen sudah dewasa, berpikirlah secara rasional. Suatu perbuatan adalah timbal balik kehidupan. Jangan sampai pilihan kita di masa sekarang merugi di masa depan. Kegagalan ini memang bukanlah sekali terjadi, bahkan berkali-kali teralami.

 

Saya percaya kamu kuat.

Saya percaya kamu hebat.

Saya percaya kamu pasti bahagia.

Kamu pantas menang.

Bangkitlah! Kejar semua mimpi-mimpi indahmu. Jangan pernah menyerah, tetap semangat.

 

@ayuambarwati___

Klaten, 13 Juni 2020

#bersyukurajadulu

#janganmenyerah

#semangatlagiyuk

#MujahidahWriter

#InspiratorMuslimah


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sukma Pasti Kembali

Sukma Pasti Kembali Oleh: @daisylea__ Raga punya rasa lelah. Sudah menjadi kewajiban bagi raga untuk kembali kepada sang Pencipta.  Lantas, bagaimana dengan Sukma? Mengikhlaskan atau merindukan? Keduanya sama-sama memiliki makna yang mendalam. Sama-sama berat untuk dilaksanakan. Tak jarang orang-orang juga lemah dalam menghadapi kematian, kehilangan, dan mengikhlaskan. Ada rasa pilu, sesak, bahkan terluka. Tetapi, memang seperti itulah fase kehidupan manusia. Berawal kematian dan berakhir kematian.  Tak perlu seperti itu, aku percaya kamu mampu. Mengatakan memanglah lebih mudah dari melaksanakan. Akan tetapi, suatu pemikiran baru bisa mempengaruhi perilaku.  Mencoba terbuka kembali. Perbaiki lukamu. Hatimu perlu kebahagiaan untuk menjalani guncangan bumi.  Yakinlah, bahwa dirimu akan bersama dengannya di alam abadi. Hatimu dan seluruh ummat in Syaa Allah akan menggema di angkasa. Bertemu kembali di Jannah-Nya. Kekal abadi menyerukan kebahagiaan yang pernah tertahan w...

Mengabdikan Raga Demi Bumi Pertiwi

Mengabdikan Raga Demi Bumi Pertiwi Oleh: @daisylea__ Kaya nan permai layaknya memadu kasih. Alam bak surga, memanjakan pandangan. Hamparan lautan yang membentang memberikan kerinduan yang sangat mendalam.  Semesta elok, milik Nusantara. Hati memandang takjub. Kekayaan melimpah ruah tiada tara. Allah berikan secara percuma untuk negeri tercinta.  "Sudahkah, kau mensyukuri nikmat ini?" Layaknya TNI Polri yang mengabdikan diri demi bumi pertiwi. Raga ini juga turut andil dalam melestarikan budaya yang dimiliki. Memperkaya ilmu pengetahuan dalam mengembangkan teknologi, seolah menjadi kewajiban bagi penerus generasi.  Semangat untuk penerus bangsa. Perkembanganmu sangat dibutuhkan oleh negara. Mengoptimalkan kekayaan alam menjadi prioritas masa depan. Pengembangan sumber daya manusia seolah selaras dengan keadaan.  Majulah wahai, penerus kebanggaan. Ukirlah namamu sebagai ajang peradaban. Percayalah, bahwa dirimu akan menang. Ayu Ambarwati Kusumaningtyas Klaten, 29 Juli ...

Penggemar dalam Diam

Penggemar dalam Diam Oleh: @daisylea__ Sebatas sewajarnya saja. Mengagumi ciptaan Rabb-Nya memang tak salah. Namun bisa dipahami setiap perjalanan membutuhkan waktu yang lama untuk memahami seseorang. Bisa dikatakan baik buruknya pengaruh yang signifikan dapat memberikan dampak pada pola pikir orang.  Tak ingin pemikiran buruk. Namun, ingin mengingatkan pemikiran kebaikan. Mengajak ke perkara yang memberikan pahala yang melimpah. Pentingnya memilih perbuatan menentukan jalan terbaik untuk menunaikan rangkaian kebaikan. Menyaring kembali budaya-budaya yang memasuki raga agar tak terjerumus ke dalam kemungkaran.  Dalam menyederhanakan makna kata budaya berupa kebiasaan baik buruk dalam lingkup sempit maupun luas. Konsep ini yang menjadi pondasi seseorang agar tak terpengaruh oleh kesenangan semata. Perlu dikaji ulang manfaatnya agar tidak sia-sia dalam menerima berbagai budaya. Layaknya kami, ummat muslim yang mengidolakan Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu  'Alaihi Wa...